Jumat, 29 Mei 2009

Apakah Vitamin K itu ???

Apakah Vitamin K itu ??

Sebelum kita membahas Vit K1 kita bahas dahulu tentang Vit K.....



PENGERTIAN VITAMIN K
Vitamin K dari “Koagulations-Vitamin” dalam Bahasa Jerman dan Bahasa Denmark merujuk pada sebuah kelompok lipophilic, vitamin hydrophobic yang dibutuhkan untuk modifikasi pasca-terjemah dari berbagai macam protein, terutama banyak dibutuhkan untuk proses pembekuan darah. Secara kimia vitamin ini terdiri dari turunan 2-methyl-1,4-naphthoquinone.


Vitamin K2 (menaquinone, menatetrenone) secara normal diproduksi oleh bakteri dalam saluran pencernaan, dan defisiensi gizi akibat diet yang sangat jarang kecuali saluran pencernaan mengalami kerusakan yang sangat parah sehingga tidak dapat menyerap molekul.

Vitamin K merupakan salah satu dari factor pembeku darah. Vitamin K sangat penting untuk pembentukan protrombin yang memungkinkan darah membeku, dan ternyata kadarnya dianggap “ rendah” pada bayi baru lahir. Kadar vitamin K “ rendah” adalah normal, dan secara fisiologis diharapkan pada bayi baru lahir. Pada beberapa hari dan beberapa minggu awal setelah kelahiran bayi akan membentuk pasokan vitamin K dari makanan.

SUMBER VITAMIN K
Ada dua jenis vitamin K alamiah yaitu berasal dari tanaman yang larut lemak dan dari flora usus yang larut air. Asupan utama vitamin K pada bayi bersumber dari susu, hanya sebagian kecil yang berasal dari usus si bayi. Khusus bayi yang baru lahir, vitamin K juga bisa bersumber dari ibundanya saat persalinan. Namun, vitamin K dari ibu bisa tidak sampai bila terjadi gangguan plasenta dan ari-ari. Selain itu, fungsi hati, tempat metabolisme vitamin K, juga belum matang menambah risiko si kecil kekurangan vitamin K.

Ada dua kelompok preparat vitamin K:
a. Preparat yang larut air ( menadion)Penggunaan preparat ini merupakan kontra indikasi pada neonatus, bayi, kehamilan stadium lanjut. Merupakan vitamin buatan bagi mereka yang tak mampu menyerap dari makanan.

b. Preparat yang larut lemak (fitomenadion)


FUNGSI VITAMIN K
Vitamin K diperlukan untuk pembentukan tulang pada janin dan factor – factor pembekuan II, VII, IX, X. Faktor – factor anti pembekuan protein C dan S dalam hati .vitamin K berguna untuk mengkatkan biosintesis factor pembeku darah yaitu protrombin, factor VII / prokonvertin, factor IX, factor X hingga membantu proses pembekuan darah dan mencegah terjadinya perdarahan bila mengalami luka

DEFIENSI VITAMIN K
Defisiensi vitamin K dapat menyebabkan perdarahan. vitamin ini bersifat larut dalam lemak disipan didalam hati dan dapat mengalami defisiensi pada keadaan malabsorbsi ( misalnya pada pasien penyakit coeliac ).

Defisiensi vitamin K berkaitan dengan:
1. Neonatus yang ibunya pernah mendapatkan obat – obat anti epilepsy, antikoagulan/antituberculosis dalam periode antenatal.

2. Neonatus ( khususnya bayi yang prematur)

3. Defisiensi makanan yang meliputi pemberian nitrisi parenteral yang lama

4. Malabsorbsi

5. Gangguan flora usus karena pemberiaan antibiotic

6. Penyakit hepar (yang meliputi penyakit yang ada kaitannya dengan konsensi alcohol) dan penyakit / pembedahan pada traktus biliaris

7. Terapi anti koagulan oral



Defisiensi vitamin K dapat menyebabkan:
1. Hipoprotrombinemia dan menurunnya beberapa factor pembekuan darah sehingga terjadi perdarahan spontan

2. Mudah terjadi perdarahan, gangguan metabolisme tulang Belum diketahui. Kemungkinan menyebabkan kuning pada bayi premature

KELAINAN PERDARAHAN PADA BAYI BARU LAHIR

Penyakit ini telah dibagi menjadi 3 kategori :
a. Awitan dini
Pada saat lahir atau dalam waktu 24 jam yang mengenai neonatus yang ibunya pernah mendapatkan obat – obat yang mempegaruhi metabolisme vitamin K, misalnya warfarin, fenitoin, barbiturate, rifampisin, isoniasid

b. Klasik
Pada usia bayi 2 – 7 hari ketika perdarahan umumnya terjadi dari umbilicus/ traktus gastrointestinal dan biasanya sembuh sendiri

c. Awitan lanjut
Pada usia 8 hari hingga 12 bulan, yang terutama terjadi pada bayi – bayi yang mendapatkan ASI kategori ini meliputi perdarahan intracranial dengan awitan yang mendadak dengan gejala sisa yang serius. Defisiensi vitamin K dapat dipicu oleh diare malabsorbsi misalnya sesudah pemberian antibiotic dalam waktu yang lama.

Faktor – factor resiko lainny adalah trauma lahir, diare kronis, kistik fibrosis, sindrom malabsorsi, penyakit hati, atresia bilier, defisiensi anti tripsin α- 1.

FARMAKOKINETIK VITAMIN K
Pemberian vitamin K dapat secara oral, intramuscular, intravena. Rute intravena diberikan untuk keadaan emergency, seperti hemoragi. Rute dan dosis pemberian vitamin K untuk neonatus menjadi subjek kontroversi, secara oral tampaknya memberikan perlindungan baik dari awitan HDN klasik dan lanjut.

Pemberiannya dianjurkan pada saat lahir dan pada empat sampai 10 hari untuk semua bayi, diikuti dengan dosis lanjutan pada satu bulan untuk bayi menyusu.
Melalui penyuntikan vitamin K sebanyak 1 mg pada semua bayi baru lahir.Kelebihan: kadar dalam darah lebih tinggi dan bertahan lama, bisa disimpan lebih lama, penyerapannya lebih baik, dan hanya sekali pemberian.

Kekurangan: harus lewat suntikan. Melalui vitamin K yang diminum sebanyak 2 mg pada bayi baru lahir.

Kelebihan: lebih sederhana, lebih mudah, risiko lebih kecilKekurangan: lebih mahal, sulit untuk memberi dosis ulang, tidak bisa dipastikan penyerapannya ke dalam tubuh.

Absorsi preparat oral mungkin terlalu lambat untuk mencegah awitan dini penyakit pada neonatus resiko tinggi, yang harus diberi vitamin K intramuscular pada saat lahir.

Perbandinggan internasional menunjukkan bahwa pemberian oral kurang efektif dibandingkan profilaksis intramuscular.Metabolisme : vitamin K dengan cepat dimetabolisme dan dikeluarkan melalui hati dan ginjal.

EFEK SAMPING VITAMIN K
Vitamin K pada bayi baru lahir telah dikaitkan dengan anemia hemolitik, hiperbilirubenia dan kernikterus, terutama pada bayi premature dan bayi dengan defisiensi glukosa 6 – fosfat dehidrogenase ( G6PD) atau defiensi vitamin E. masalah ini cukup jarang dengan fitomenadion daripada menadiol.Vitamin K oral secara umum ditoleransi baik tetapi mungkin menyebabkan mual, sakit kepala, atau flushing. Pada gagal hati fungsi hati akan terus terdepresi.

KONTRAINDIKASI
Vitamin K peranteral harus diberikan dengan kewaspadaan pada bayi dengan bayi berat kurang dari 2,5 kg karena peningkatan resiko kernikterus.

PENYIMPANAN
Preparat suntikan intramuscular vitamin K harus disimpan dalam wadah yang resisten cahaya dengan sushu dibawah 25 0C penyimpanan dalam freezer harus dihindari dan larutan yang tampak keruh tidak boleh digunakan. Vitamin K merupakan preparat yang bersifat iritatif, karena itu kontak kulit dengan pemberian obat dan penerimanya harus dihindari

CONTOH PRODUK VITAMIN K YANG SERING DIGUNAKAN
Neo-KPhytonadione2mg /mL INJEKSI

Komposisi:
Setiap mL larutan mengandung : phytonadione 2mg

Cara kerja obat:
Phytonadione ( vitamin K1 ) diperlukan untuk pembentukan faktor pembekuan darah dalam hati seperti factor II ( protrombin), VII, IX, dan X.Phytonadione ( vitamin K1) berperan sebagai koenzim pada karboksilasi rantai samping yang mengandung asam glutamate. Senyawa karboksi glutamil yang dihasilkan mengubah precursor menjadi factor pembekuan aktif yang kemudian dikeluarkan oleh sel hati dalam darah

Indikasi :Profilaksis dan pengobatan hemorrhage pad bayi yang baru lahir.

Kontra indikasi :Hipersensitifitas terhadap phytonadione ( vitamin K1)

Efek samping :
1. hiperhilirubinemia dilaporkan pernah terjadi pada bayi baru lahir jika obat diberikan melebihi dosis yang di anjurkan

2. sianosis, kolapsvaskular perifer, muka memerah, berkeringat, rasa nyeri di dada, hiperhidrosis, syok, reaksi hipersensitif, termasuk reaksi anafilaktik dan kematian pernah dilaporkan terjadi melalui pemberian secara intra vena. Pemberian secara intra vena sebaiknya dihindari.

3. iritasi local seperti rasa sakit, bengkak dan perih dapat terjadi ditempat obat diinjeksikan.

4. pemberian secara parenteral pada bayi baru lahir / neonatus dapat menyebabkan anemia hemolitik dan hemoglobinuria.

Peringatan dan perhatian :
1. efek koagulasi phytonadione ( vitamin K1) akan dihasilkan 1-2 jam setelah obat diberikan.

2. tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan

3. phytomenadione ( vitamin K1) merupakan antagonis dari antikoagulan kumarin namun tidak dapat menghambat kerja antikoagulan dari heparin.

4. phytomenadione ( vitamin K1 ) mudah terdegradasi oleh cahaya, simpan sediaan yang terlindungi oleh cahaya.

5. hindari penggunaan secara inra vena.

Interaksi obat :Phytonadione ( vitamin K1 ) merupakan antagonis dan anti koagulan kumarin

Dosis :
1. profilaksis hemorrhage pada bayi yang baru lahir : 0,5mg – 1mg pytonadione ( vitamin K1 ) biberikan secara IM, 1-6 jam setelah bayi dilahirkan

2. pengobatan hemorrhage pada bayi baru lahir : 1mg phytonadione (vitamin K! ) diberikan secara I.M atau S.C.

packging :box, 5 ampul @ 1 mL

cara penyimpanan :simpan dibawah suhu 30 C terlindung dari cahaya.

4 komentar:

  1. mksh ya artikel na membantu sy mnylsaikan laporan..thanks..

    BalasHapus
  2. bu,,,
    makasih buat infonya !!!
    ^_^

    BalasHapus
  3. makasih ya,artikelnya membantu saya membuat laporan

    BalasHapus
  4. sama2... smg laporannya sukses ya..

    BalasHapus