Sabtu, 29 November 2008

BBLR (BAYI BERAT LAHIR RENDAH)


MENGENAL BAYI BERAT LAHIR RENDAH


Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat lahir kurang dari 2500 gram tanpa memandang masa kehamilan. Berat lahir adalah berat bayi yang ditimbang dalam 24 jam setelah lahir.

Penyebab BBLR sangat kompleks dan belum diketahui secara pasti. Bayi yang tidak mendapatkan gizi yang cukup selama dalam kandungan atau yang lahir sebelum waktunya kemungkinan berat lahirnya rendah.

BBLR dapat disebabkan oleh kehamilan kurang bulan (prematur). Bayi prematur adalah bayi yang lahir sebelum umur kehamilan 37 minggu. Bayi prematur belum siap hidup di luar kandungan dan mendapatkan kesulitan untuk mulai bernapas, menghisap, melawan infeksi dan menjaga tubuhnya agar tetap hangat.

Bayi Kecil Masa kehamilan (KMK) adalah bayi yang tidak tumbuh dengan baik di dalam kandungan selama kehamilan. Bayi KMK cukup bulan kebanyakan mampu bernapas dan menghisap dengan baik. Sedangkan bayi KMK kurang bulan kadang kemampuan bernapas dan menghisapnya lemah.


Faktor-faktor yang berhubungan dengan BBLR:

Karena penyebab BBLR tidak hanya satu, sulit untuk dilakukan pencegahan. Kita dapat menurunkan prevalensi BBLR di masyarakat dengan upaya mendorong semua perawatan kesehatan remaja putri dan mengusahakan semua ibu hamil mendapatkan perawatan antenatal yang komprehensif.

Tabel 1

Faktor yang berhubungan dengan BBLR

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN BBLR
TINDAKAN
Ibu hamil pada umur:
· Kurang dari 20 tahun atau lebih 35 tahun.
· Jarak kehamilan kurang dari 3 tahun.
· Menyarankan agar ibu hamil dan melahirkan antara umur 20 - 35 tahun.
· Konseling pada pada suami istri untuk mengusahakan agar jarak kelahiran sekitar 3 tahun.
· Mendorong penggunaan metode kontrasepsi yang modern untuk menjarangkan kehamilan.

Ibu dengan keadaan:
· Mempunyai BBLR sebelumnya
· Mengerjakan pekerjaan fisik beberapa jam tanpa istirahat
· Sangat miskin
· Beratnya kurang dan kurang gizi

Meningkatkan kepedulian masyarakat agar proses kehamilan menjadi lebih aman. Ibu harus:
- Cukup makan dengan jenis-jenis makanan yang bergizi.
- Cukup istirahat bila bekerja keras.
- Memperoleh pelayanan antenatal yang komprehensif dan baik.
- Memiliki akses ke tempat pelayanan kesehatan untuk menemukan dan mendapatkan

penanganan masalah-masalah umum sebelum kehamilan.
· Membantu ibu agar terpenuhi kebutuhan mereka selama kehamilan
Ibu hamil dengan masalah-masalah seperti:
· Anemia berat.
· Pre eklampsia atau hipertensi
· Infeksi selama kehamilan (infeksi kandung kemih dan ginjal), hepatitis, IMS, HIV/AIDS, malaria).
· Kehamilan ganda.
Mengajari ibu dan keluarga untuk:
- Mengenali tanda-tanda bahaya selama
kehamilan
- Mendapatkan pengobatan terhadap
masalah-masalah selama kehamilan

Bayi dengan:
· Kelainan kongenital atau kelainan genetik.
· Infeksi selama dalam kandungan.
Selama kehamilan mengajari ibu dan keluarga untuk:
· Tidak meminum obat yang tidak dianjurkan oleh tenaga kesehatan.
· Mengenali tanda-tanda bahaya dalam kehamilan dan bayi baru lahir.
· Mendapatkan pengobatan terhadap masalah-masalah yang ada.

Masalah-masalah yang dimiliki BBLR:

BBLR lebih mudah meninggal atau mengalami masalah kesehatan yang serius. Ukuran berat bayi menggambarkan risikonya, jadi semakin kecil berat bayi semakin besar risikonya.

Tabel 2. Masalah – masalah BBLR

MASALAH-MASALAH BBLR
· Asfiksia …………….
· Gangguan napas …………………
· Suhu tubuh rendah karena hanya sedikitnya lemak tubuh dan sistem pengaturan suhu tubuh pada bayi baru lahir belum matang. Metode kanguru dengan “kontak kulit dengan kulit” membantu BBLR tetap hangat
· Kadar gula darah yang rendah karena hanya sedikitnya simpanan energi pada bayi baru lahir dengan BLR.
BBLR ini membutuhkan ASI sesegera mungkin setelah lahir dan minum sangat sering (setiap 2 jam) pada minggu pertama
· Masalah pemberian ASI karena ukuran tubuh BBLR kecil, kurang energi, lemah, lambungnya kecil dan tidak dapat mengisap.
BBLR sering mendapatkan ASI dengan bantuan. BBLR membutuhkan pemberian ASIdalam jumlah yang lebih sedikit tapi sering.
· Infeksi karena sistem kekebalan tubuh BBLR belum matang.
Keluarga dan tenaga kesehatan yang merawat BBLR harus melakukan tindakan pencegahan infeksi dan mencuci tangan dengan baik.
· Ikterik (kadar bilirubin yang tinggi) karena fungsi hati belum matang.
BBLR menjadi kuning lebih awal dan lebih lama dari pada bayi yang cukup bulan. Jika ditemukan kuning pada 24 jam pertama, atau setelah 2 minggu, atau tampak kuning yang meluas dari kepala ke badan, atau bayi kuning dengan tanda bahaya lainnya, rujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi.
Ibu harus meneteki BBLR yang ikterik lebih sering (paling sedikit 2 jam sekali) untuk menolong bayi mengeluarkan bilirubin melalui urine.
· Masalah perdarahan berhubungan dengan belum matangnya sistem pembekuan darah saat lahir.
Beri vitamin K1injeksi intra muscular dengan dosis tunggal 1 mg di paha kiri .


Gambaran Klinis BBLR:

Karena beratnya kurang dari 2500 gram, bayi baru lahir dengan berat lahir rendah, kurus dan lemak di bawah kulitnya sangat sedikit.

Tanda-tanda Bayi Prematur
- Kulit tipis dan mengkilap
- Tulang rawan telinga sangat lunak
- Lanugo banyak terutama pada punggung
- Jaringan payudara belum terlihat, puting berupa titik
- Pada bayi perempuan labia mayora belum menutupi labia minora
- Pada bayi laki-laki skrotum belum banyak lipatan, testis kadang belum turun
- Kadang disertai dengan Pernapasan tidak teratur
Aktifitas dan tangisanya lemah
Menghisap dan menelan tidak efektif

Tanda-tanda Bayi KMK
- Umur janin umumnya cukup tetapi beratnya kurang dari 2500 gram
- Gerakannya cukup aktif, tangis cukup kuat
- Kulit keriput, lemak bawah kulit tipis
- Mengisap cukup kuat
Umur bayi dalam kandungan tidak selamanya diketahui. Semakin muda umur bayi dalam kandungan atau semakin kecil bayi maka risiko mengalami masalah semakin besar.

TATALAKSANA BAYI BERAT LAHIR RENDAH PADA SAAT LAHIR

Tanyakan tanggal perkiraan kelahiran atau umur kehamilan

Berat badan bayi saat lahirLakukan pemeriksaan fisik lengkap

Tentukan bayi adalah :BBLR yang boleh dirawat oleh bidan, adalah BBLR dengan berat di atas 2000 gram, tanpa masalah/komplikasi.

Untuk semua bayi baru lahir:
· Keringkan dan stimulasi
· Jaga bayi baru lahir tetap hangat
· Periksa pernapasan bayi dan warnanya
· Lakukan resusitasi jika diperlukan
· Lakukan kontak kilit dengan kulit bayi dan ibu sesegera mungkin
· Mulai pemberian ASI sesegera mungkin ( atau perah ASI (kolostrum) dan berikan dengan cangkir sesegera mungkin)

Untuk semua bayi dengan berat 2000 – 2499 gram:

· Jaga bayi tetap hangat:
o Jaga bayi selalu “kontak kulit dengan kulit” dengan ibunya
o Tutupi ibu dan bayi keduanya dengan selimut atau kain yang hangat.
o Tutup kepala bayi dengan kain atau topi.
o JANGAN memandikan bayi selama 3 hari atau sampai suhu tubuh stabil.
· Mendorong ibu meneteki (atau memerah kolostrum dan memberikan dengan cangkir) sesegera mungkin.

Periksa pernapasan, kehangatan, warna dan minum ASI (menghisap) setiap 30-60 menit selama 6 jam.Beri bayi baru lahir dosis tunggal vitamin K 1 mg IM. Ajari ibu dan keluarga menjaga bayi tetap hangat dengan selalu melakukan “kontak kulit dengan kulit”.
· Jika suhu aksila turun dibawah 360C (96.80F): Hangatkan bayi dengan menghangatkan ruangan, pakai sumber panas, dan tutupi bayi dan ibu keduanya dengan selimut atau kain yang lebih HANGAT.
· Sarankan ibu dan keluarga selalu mencuci tangan sebelum memegang BBLR.

Jika masalah bertambah: Jika BBLR membiru, atau memiliki gangguan pernapasan, stimulasi dan rujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi menggunakan Pedoman Rujukan (Tabel 2.13 di Bab 2) Jika bayi tidak menghisap dengan baik, perah dan beri ASI dengan menggunakan cangkir dan segera rujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi.

PEMANTAUAN
Kunjungi bayi tiap minggu dan periksa masalah-masalah yang ada, dan berat badannya untuk memastikan ada penambahan berat badan


ASUHAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH SEHAT

BBL dengan BBLR sering mempunyai masalah selama minggu-minggu pertama kehidupannya. Kunjungi bayi setiap minggu sampai berat badan bayi 2500 gram. Gunakan langkah-langkah pemecahan masalah sebagai pedoman untuk memberikan perawatan selama kunjungan:

BBLR:PERAWATAN MINGGUAN
Bagan Pemecahan Masalah
RIWAYAT
TANYAKAN IBU:
· Apakah bayi menghisap dengan baik?
· Berapa sering bayi diteteki?
· Berapa kali bayi kencing dalam 1 hari?
· Apakah bayi kelihatan sangat mengantuk? Apakah sulit untuk membangunkannya?
· Seperti apakah BABnya? Dan berapa sering BAB nya?
· Apakah ditemukan pada bayi hal-hal yang membuat ibu cemas?

Lihat catatan kelahiran bayi untuk melihat berat lahir dan apakah ada masalah saat lahir
PEMERIKSAN
· Pemeriksaan:
· Perhatikan bayi menetek
· Timbang bayi jika memungkinkan
Setelah satu minggu pertama (saat berat badan berkurang) BBL harus naik berat badannya secara teratur (sekitar 25-30 gram sehari setelah berumur 10 hari)

· Lihat bayi:
o Warna kulit, adanya rash atau pustul
Ikterik tampak lebih awal dan lebih lama pada BBLR.
Rujuk bayi jika ditemukan ikterik pada 24 jam pertama atau setelah 2 minggu, atau jika tangan dan kaki kuning. Atau jika ada ikterik dengan tanda-tanda bahaya lainnya.
o Bernapas:
o Mata bernanah
o Mulut, lidah, mukosa dengan bercak putih
o Tali pusat (kemerahan, berbau busuk atau berair)
· Raba suhu tubuh atau periksa suhu aksila. Normal 36-370C

MASALAH/KEBUTUHAN
· Tentukan apakah berat badan bayi bertambah
· Tentukan apakah bayi mempunyai masalah
· Perhatikan apakah kebutuhan bayi terpenuhi.
Kehangatan, pencegahan infeksi, ASI, keamanan, kasih sayang dan tidur.

RENCANA PERAWATAN
Jika BBL dengan berat lahir rendah memiliki tanda-tanda bahaya (masalah pemberian ASI atau tidak dapat menghisap, letargi, gangguan bernapas, kejang, demam, teraba dingin, perdarahan tali pusat, ikterik berat, muntah yang terus-menerus dengan perut yang kembung/tegang, atau infeksi berat tali pusat, mata atau kulit):
· Rujuk bayi segera ke fasilitas kesehatan yang lebih mampudalam merawat BBLR.
· Ikuti Pedoman Rujukan
Ingat:(Cantumkan dalam surat rujukan informasi tentang obat yang diberikan (obat apa, dosis dan waktu pemberian).

Jika BBLR tumbuh dengan baik dan tidak ada tanda bahaya:
· Periksa apakah perlu imunisasi
· Buat rencana perawatan untuk beberapa masalah yang tidak dikehendaki (antisipasi terhadap masalah potensial yang mungkin timbul)

· Lanjutkan pemberian saran kepada ibu tentang bagaimana merawat bayi:
o Jaga bayi tetap hangat dengan “kontak kulit dengan kulit”
o Lindungi bayi dari infeksi (cuci tangan, hindari orang yang sakit)
o Berikan ASI eksklusif dan menurut keinginan bayi
o Bicara dengan bayi dan buat bayi nyaman
o Tunjukkan kasih sayang kepada bayi
o Jaga bayi tetap aman
o Perhatikan tanda-tanda bahaya saat memeriksa
· Ingatkan ibu apa yang harus dilakukan jika memeriksa adanya tanda bahaya
· Rencana untuk kunjunagn selanjutnya yang diperlukan untuk pemantauan selanjutnya:
o Imunisasi: pakai jadwal yang sama dengan bayi dengan berat badan normal
o Sarankan ibu menggunakan kontrasepsi untuk menjarangkan kehamilan selanjutnya

PEMANTAUAN/ FOLLOW-UP
· Kunjungi BBLR setiap minggu untuk memeriksa pertumbuhannya dan untuk menemukan permasalahan sampai beratnya 2500 gram
· Saat berat bayi mencapai 2500 gram mulailah dengan berangsur-angsur mengurangi lamanya “kontak kulit dengan kulit”

TANDA BAHAYA PADA BAYI BARU LAHIR

Segera rujuk BBLR yang memiliki tanda-tanda bahaya berikut ini.
Ø Masalah pemberian ASi atau tidak dapat menghisap
Ø Letargi
Ø Gangguan pernapasan
Ø Kejang
Ø Teraba dingin atau panas
Ø Perdarahan tali pusat
Ø Ikterik berat
Ø Muntah terus-menerus dengan perut kembung
Ø Infeksi berat tali pusat, mata atau kulit

Asuhan BBLR sehat yang harus diberikan:

· METODE KANGURU
BBLR membutuhkan bantuan dan waktu untuk penyesuaian kehidupan di luar rahim. Mereka juga memerlukan bantun untuk tetap hangat dan mendapatkan ASI yang cukup untuk tumbuh. Satu cara untuk menolong bayi mendapatkan kebutuhan ini adalah manjaga bayi tetap kontak kulit dengan kulit ibunya. Metode kanguru adalah cara untuk BBLR mendapatkan kebutuhan khusus mereka.

Metode Kanguru memiliki 3 bagian:
Kontak kulit dengan kulit antara bagian depan tubuh bayi dengan dada ibu:
Kontak kulit dengan kulit dimulai saat setelah lahir dan berlanjut siang dan malam.Bayi hanya memakai topi atau kain untuk menjaga kepala tetap hangat dan bayi menggunakan popok yang dilapisi plastik.keluarga lain, ayah

ASI eksklusif:
Bayi menetek segera setelah lahir dan sering. Kain yang membungkus disekeliling ibu dan bayi dilonggarkan utnuk meneteki. Berikan informasi untuk membantu ibu bagaimana meneteki bayi.

Memberikan dukungan terhadap ibu dan bayi:
Walaupun kebutuhan ibu atau bayi terpenuhi dengan tidak memisahkan mereka. Ibu membutuhkan banyak dukungan dari suami dan keluarga yang lain untuk menjaga kontak yang terus-menerus ini. Di fasilitas kesehatan petugas akan membantu. Di rumah keluarga akan membantu.

BAGAIMANA METODE KANGURU MEMBANTU BAYI DAN IBU?
BAYI
· Pernapasan bayi baru lahir menjadi teratur dan stabil
· Suhu bayi baru lahir meningkat dan stabil pada suhu normal
· Kekebalan bayi baru lahir meningkat
· Infeksi berkurang
· BBL meneteki dengan baik dan berat badan meningkat dengan cepat
IBU
· Ibu menjadi lebih dekat dengan bayinya secara emosional
· Ibu menjadi merasa mampu merawat bayinya yang rapuh

Menolong ibu menjaga bayi tetap hangat dengan kontak kulit dengan kulit
Mulai kontak kulit dengan kulit segera mungkin setelah lahirkan. Jika bayi bernapas dengan baik dan tidak memerlukan resusitasi atau tindakan pengobatan, mulai kontak kulit dengan kulit segera.

TIPS UNTUK MENOLONG IBU DAN KELUARGA MENJAGA BBLR TETAP HANGAT DENGAN KONTAK KULIT DENGAN KULIT

BAGAIMANA MENYELIMUTI/MEMBUNGKUS BAYI DAN IBU:

· Letakkan bayi diantara payudara ibu dengan kaki bayi ibu di bawah payudara ibu dan tangan bayi di atasnya:
· Ibu dan bayi harus melekat pada dada dengan dada (chest-to-chest) dengan kepala bayi menoleh pada satu sisi.
· Gunakan kain panjang untuk membungklus dengan nyaman ibu dan bayi bersama.
o Letakkan bagian tengah dari kain menutupi bayi di dada ibu.
o Bungkus dengan kedua ujung kain mengelilingi ibu di bawah lengannya ke punggung ibu.
o Silangkan ujung kain dibelakang ibu, bawa kembali ujung kain ke depan.
o Ikat ujung kain untuk mengunci di bawah bayi.
· Topang kepala bayi dengan menarik pembungkus ke atas hanya sampai telinga bayi.

NASIHATI IBU dan keluarga UNTUK:
· Tidur dengan bagian atas tubuh meninggi (sekitar 30 derajat) untuk menjaga posisi kepala bayi di atas.
· Meneteki bayi sesuai permintaan bayi minimal tiap 2 jam
· Gunakan kontak kulit dengan kulit terus-menerus
· Anggota keluarga dapat melakukan kontak kulit dengan kulit pada waktu yang singkat ketika ibu mandi atau harus melakukan hal lain.
· Lakukan konatk kulit dengan kulit sampai berat bayi minimal 2500 gram


MENETEKI BBLR
· ASI adalah makanan sempurna untuk semua bayi
· Teristimewa sempurna untuk BBLR
· Semua BBLR membutuhkan ASI lebih sering
· ASI eksklusif dan tidak dibatasi adalah bagian penting dari Metode Kanguru
· Dengan bayi yang sangat dekat dengan ibunya, bayi akan mencium bau ASI dan dapat mulai meghisap ketika lapar.
· BBLR berisiko untuk tidak mendapatkan cukup makanan. Mereka memiliki sedikit lemak dan cadangan gizi lainnya di tubuh mereka.
· BBLR memiliki lambung yang kecil dan tidak dapat minum dalam jumlah banyak. Mereka mudah lelah.
· BBLR memerlukan makanan yang cukup untuk pulih dari saat lahir dan untuk tumbuh, tetapi mereka tidak punya cukup energi untuk menghisap lama-lama.
· BBLR membutuhkan perawatan minimal tiap 2 jam.
· Bila BBLR tumbuh, mereka mampu untuk minum lebih banyak dan tidak perlu menetek sesering sebelumnya.

TIPS UNTUK MENOLONG IBU MENETEKI BBLR
· Cari tempat yang tenang untuk meneteki
BBLR dapat memiliki system saraf yang belum matang. Suara, cahaya dan aktivitas dapat mengganggu bayi menghisap.
· Perah beberapa teetas ASI di putting payudara untuk membantu bayi mulai menghisap.
· Berikan bayi istirahat sejenak selama saat meneteki.
Menetek adalah pekerjaan berat bagi BBLR.
· Jika bayi batuk, cegukan atau menelan ludah saat memulai menetek, air susu jangan terlalu deras untuk bayi yang kecil.
o Ajari ibu untuk 1) menjauhkan bayi dari payudara jika itu terjadi, 2) peluk bayi membelakangi dada sampai bayi dapat bernapas dengan baik kembali, dan, 3) letakkan kembali bayi ke dada setelah ASI ditelan
· Jika BBLR tidak memiliki cukup energi untuk menghisap lama atau memiliki refleks menghisap yang cukup kuat:
o Ajari ibu untuk memerah ASI
o Ajari ibu untuk menyuapi bayinya dengan ASI yang diperah dengan menggunakan cangkir.

Pencegahan infeksi
Infeksi adalah salah satu penyebab utama kematian bayi baru lahir. Infeksi dapat dicegah dan diobati. Penting untuk diingat bahwa infeksi local yang kecil dapat meluas dan berbahaya.

Sepsis neonatorum
Sepsis neonatorum adalah infeksi sistemik pada masa neonatal.

Pencegahan sepsis neonatorum
- Upaya pencegahan infeksi selama persalinan dan setelah lahir.
- Cuci tangan sebelum dan sesudah memegang bayi
- Ajari ibu dan keluarganya untuk melakukan pencegahan infeksi terutama dengan cuci tangan
- Obati ibu dengan infeksi selama hamil
- Obat ibu dengan antibiotika selama persalinan apabila ada tanda-tanda infeksi
- Obati bayi baru lahir dengan antibiotika setelah lahir bila ibunya panas selama persalinan
- Berikan ASI eksklusif
- Hindari bayi kontak dengan orang yang sakit, isolasi bayi yang sakit
- Ajari ibu dan keluarga untuk menghinadarkan bayi dari orang yang sakit


TUGAS UNTUK TENAGA KESEHATAN:
BBLR
1. Berikan pesan-pesan kesehatan kepada masyarakat untuk mencegah BBLR:
a. Melahirkan anak antara umur 20-35 tahun
b. Jarak kelahiran anak 3-5 tahun
c. Mendorong pemakaian metode kontrasepsi modern untuk menunda dan menjarangkan kelahiran anak.
d. Membuat masyarakat peduli kebutuhan wanita untuk sehat dan aman selama hamil dan bersalin.
e. Membantu wanita mendapatkan kebutuhannya untuk sehat selama kehamilan.
f. Wanita tidak boleh meminum obat atau mendapatkan tindakan selama kehamilan tanpa saran dari tenaga kesehatan.
g. Ajari wanita untuk mengetahui kelainan selama kehamilan.
h. Ajari wanita pentingnya penanganan masalah yang terjadi selama kehamilan.

2. Mengenali dan merawat BBLR.

3. Memberikan konseling dan saran kepda ibu dan keluarga merawat BBLR:
a. Bagaimana menjada BBLR tetap hangat.
b. Meneteki BBLR.

4. Merujuk BBLR yang sakit atau BBLSR

Jumat, 28 November 2008

All About PRE EKLAMPSIA DAN EKLAMPSIA

PRE-EKLAMPSIA DAN EKLAMPSIA


Preeklampsia atau keracunan kehamilan memang penyakit yang hanya terjadi saat hamil. “Penyakit ini tak terjadi pada wanita yang tidak hamil.Sebetulnya istilah preeklampsia, dalam dunia kedokteran saat ini, sudah tak digunakan lagi. Sebagai gantinya, para dokter menyebutnya gestosis. Artinya, penyakit yang hanya terjadi saat kehamilan.

Ibu hamil mana pun dapat mengalami preeklampsia. Tapi,umumnya ada beberapa ibu hamil yang lebih berisiko, yaitu ibu hamil untuk pertama kali, ibu dengan kehamilan bayi kembar, ibu yang menderita diabetes, memiliki hipertensi sebelum hamil, ibu yang memiliki masalah dengan ginjal, dan hamil pertama di bawah usia 20 tahun atau di atas 35 tahun. Ibu yang pernah mengalami preeklampsia pada kehamilan sebelumnya akan ada kemungkinan berulang pada kehamilan berikutnya. Adakalanya juga tidak.

Sayangnya penyebab preeklampsia sampai saat ini masih merupakan misteri. “Tak bisa diketahui dengan pasti, walaupun penelitian yang dilakukan terhadap penyakit ini sudah sedemikian maju.

Yang jelas, preeklampsia merupakan salah satu penyebab kematian pada ibu hamil, di samping infeksi dan perdarahan.


Waspada Terhadap Pre-eklampsia!
Pre-eklampsia merupakan gejala awal dari eklampsia, yaitu keracunan dalam kehamilan. Pre-eklampsia sering muncul di trimester ketiga kehamilan. Biasanya? gangguan tersebut kerap terjadi pada usia kehamilan 20 minggu dan pada wanita yang mengandung anak pertama

Pre-eklampsia ialah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi, edema, dan proteinuria yang timbul karena kehamilan. Penyakit ini umumnya terjadi dalam triwulan ke-3 kehamilan, tetapi dapat terjadi sebelumnya, misalnya pada mola hidatidosa.

Hipertensi biasanya timbul lebih dahulu daripada tanda-tanda lain. Untuk menegakkan diagnosis pre-eklampsia, kenaikan tekanan sistolik harus 30 mmHg atau lebih di atas tekanan yang biasanya ditemukan, atau mencapai 140 mmHg atau lebih. Kenaikan tekanan diastolik sebenarnya lebih dapat dipercaya. Apabila tekanan diastolik naik dengan 15 mmHg atau lebih, atau menjadi 90 mmHg atau lebih, maka diagnosis hipertensi dapat dibuat. Penentuan tekanan darah dilakukan minimal 2 kali dengan jarak waktu 6 jam pada keadaan istirahat.

Edema ialah penimbunan cairan secara umum dan berlebihan dalam jaringan tubuh, dan biasanya dapat diketahui dari kenaikan berat badan serta pembengkakan kaki, jari tangan, dan muka. Edema pretibial yang ringan sering ditemukan pada kehamilan biasa, sehingga tidak seberapa berarti untuk penentuan diagnosis pre-eklampsia. Kenaikan berat badan ½ kg setiap minggu dalam kehamilan masih dapat dianggap normal, tetapi bila kenaikan 1 kg seminggu beberapa kali, hal ini perlu menimbulkan kewaspadaan terhadap timbulnya pre-eklampsia.

Proteinuria berarti konsentrasi protein dalam air kencing yang melebihi 0,3 g/liter dalam air kencing 24 jam atau pemeriksaan kualitatif menunjukkan 1 atau 2 + atau 1 g/liter atau lebih dalam air kencing yang dikeluarkan dengan kateter atau midstream yang diambil minimal 2 kali dengan jarak waktu 6 jam. Biasanya proteinuria taimbul lebih lambat daripada hipertensi dan kenaikan berat badan; karena itu harus dianggap sebagai tanda yang cukup serius.

Pre-eklampsia dibagi dalam golongan ringan dan berat.

Preeklampsia ringan

1. Tekanan darah sistolik 140 atau kenaikan 30 mm Hg ddengan interval pemeriksaan 6 jam.
2. Tekanan darah diastole 90 atau kenaikan 15 mm Hg dengan interval periksaan jam.
3. Kenaikan berat badan 1 kg atau lebih dalam satu minggu.
4. proteinuera 0,3 gr atau lebih dengan tingkat kualitas plus 1 sampi 2 urin kateter atau urin aliran pertengahan.

Tabel 24-1. Gejala dan tanda pre-eklampsia berat

1. Tekanan darah Sistolik > 160 mmHg

2. Tekanan darah diastolik > 110 mmHg

3. Peningkatan kadar enzim hati atau/dan iketus

4. Trombosit <>3

5. Oliguria <>

6. Proteinuria > 3 g/liter

7. Nyeri epigastrium

8. Skotoma dan gangguan visus lain atau nyeri frontal yang berat

9. Perdarahan retina

10. Edema pulmonum

11. Koma

Penyebab pasti preeklampsia belum diketahui. Tetapi, beberapa hal yang diduga berperan terhadap timbulnya preeklampsia adalah :

  • Kurangnya aliran darah ke uterus
  • Kerusakan pembuluh darah
  • Ganggguan sistim imun
  • Kurang gizi

Preeklampsia adalah gangguan kehamilan berupa peninggian tekanan darah dan ditemukannya protein di dalam urine (proteinuria) setelah minggu ke-20 kehamilan.

Selain hipertensi dan proteinuria, beberapa gejala yang dapat menyertai preeklampsia antara lain :

  • Sakit kepala hebat
  • Gangguan penglihatan
  • Nyeri perut bagian atas
  • Mual atau muntah
  • Pusing
  • Air kencing kurang
  • Peningkatan berat badan mendadak

Patologi

Pre-eklampsia ringan jarang sekali menyebabkan kematian ibu. Oleh karena itu, sebagian besar pemeriksaan anatomi-patologik berasal dari penderita eklampsia yang meninggal. Pada penyelidikan akhir-akhir ini dengan biopsi hati dan ginjal ternyata banyak berbeda daripada yang ditemukan pada eklampsia. Perlu dikemukakan di sini bahwa tidak ada perubahan histopatologik yang khas pada pre-eklampsia dan eklampsia. Perdarahan, infark, nekrosis, dan trombosis pembuluh darah kecil pada penyakit ini dapat ditemukan dalam berbagai alat tubuh. Perubahan tersebut mungkin sekali disebabkan oleh vasospasmus arteriola. Penimbunan fibrin dalam pembuluh darah merupakan faktor penting juga dalam patogenesis kelainan-kelainan tersebut.

Perubahan anatomi-patologik

Plasenta. Pada pre-eklampsia terdapat spasmus arteriola spiralis desidua dengan akibat menurunnya aliran darah ke plasenta. Perubahan plasenta normal sebagai akibat tuanya kehamilan, seperti menipisnya sinsitium, menebalnya dinding pembuluh darah dalam villi karena fibrosis, dan konversi mesoderm menjadi jaringan fibrotik, dipercepat prosesnya pada pre-eklampsia dan hipertensi. Pada pre-eklampsia yang jelas ialah atrofi sinsitium, sedangkan pada hipertensi menahun terdapat terutama perubahan pada pembuluh darah dan stroma. Arteria spiralis mengalami konstriksi dan penyempitan, akibat aterosis akut disertai necrotizing anteriopathy.

Ginjal. Alat ini besarnya normal atau dapat membengkak. Pada simpai ginjal dan pada pemotongan mungkin ditemukan perdarahan-perdarahan kecil.

Penyelidikan biopsi pada ginjal oleh Altchek dan kawan-kawan (1968) menunjukkan pada pre-eklampsia bahwa kelainan berupa: 1) kelainan glomerulus; 2) hiperplasia sel-sel jukstaglomeruler; 3) kelainan pada tubulus-tubulus Henle; 4) spasmus pembuluh darah ke glomerulus.

Glomerulus tampak sedikit membengkak dengan perubahan-perubahan sebagai berikut: a) sel-sel diantara kapiler bertambah; b) tampak dengan mikroskop biasa bahwa membrana basalis dinding kapiler glomerulus seolah-olah terbelah, tetapi ternyata keadaan tersebut dengan mikroskop elektron disebabkan oleh bertambahnya matriks mesangial; c) sel-sel kapiler membengkak dan lumen menyempit atau tidak ada; d) penimbunan zat protein berupa serabut ditemukan dalam kapsel Bowman.

Sel-sel jukstaglomeruler tampak membesar dan bertambah dengan pembengkakan sitoplasma sel dan bervakuolisasi.

Epitel tubulus-tubulus Henle berdeskuamasi hebat; tampak jelas fragmen inti sel terpecah-pecah. Pembengkakan sitoplasma dan vakuolisasi nyata sekali. Pada tempat lain tampak regenerasi.

Perubahan-perubahan tersebutlah tampaknya yang menyebabkan proteinuria dan mungkin sekali ada hubungannya dengan retensi garam dan air. Sesudah persalinan berakhir, sebagian besara perubahan yang digambarkan menghilang, hanya kadang-kadang ditemukan sisa-sisa penambahan matriks mesangial.

Hati. Alat ini besarnya normal, pada permukaan dan pembelahan tampak tempat-tempat perdarahan yang tidak teratur.

Pada pemeriksaan mikroskopik dapat ditemukan perdarahan dan nekrosis pada tepi lobulus, disertai trombosis pada pembuluh darah kecil, terutama di sekitar vena porta. Walaupun umumnya lokasi ialah periportal, namun perubahan tersebut dapat ditemukan di tempat-tempat lain. Dalam pada itu, rupanya tidak ada hubungan langsung antara berat penyakit dan luas perubahan pada hati.

Otak. Pada penyakit yang belum lanjut hanya ditemukan edema dan anemia pada korteks serebri; pada keadaan lanjut dapat ditemukan perdarahan.

Retina. Kelainan yanag sering ditemukan pada retina ialah spasmus pada arteriola-arteriola, terutama yang dekat pada diskus optikus. Vena tampak lekuk pada persimpangan dengan arteriola. Dapat terlihat edema pada diskus optikus dan retina.

Ablasio retina juga dapat terjadi, tetapi komplikasi ini prognosisnya baik, karena retina akan melekat lagi beberapa minggu postpartum. Perdarahan dan eksudat jarang ditemukan pada pre-eklampsia; biasanya kelainan tersebut menunjukkan adanya hipertensi menahun.

Paru-paru. Paru-paru menunjukkan berbagai tingkat edema dan perubahan karena bronkopneumonia sebagai akibat aspirasi. Kadang-kadang ditemukan abses paru-paru.

Jantung. Pada sebagian besar penderita yang mati karena eklampsia jantung biasanya mengalami perubahan degeneratif pada miokardium. Sering ditemukan degenerasi lemak dan cloudy swelling serta nekrosis dan perdarahan. Sheehan (1958) menggambarkan perdarahan subendokardial di sebelah kiri septum interventrikulare pada kira-kira dua pertiga penderita eklampsia yang meninggal dalam 2 hari pertama setelah timbulnya penyakit.

Kelenjar adrenal. Kelenjar adrenal dapat menunjukkan kelainan berupa perdarahan dan nekrosis dalam berbagai tingkat.


Beberapa terapi yang dapat dilakukan pada preeklampsia :

Istirahat baring

Jika kehamilan masih muda dan preeklampsia masih ringan, biasanya dianjurkan istirahat baring untuk menurunkan tekanan darah dan meningkatkan aliran darah ke plasenta. Selain itu dilakukan pemeriksaan tekanan darah, kadar protein urine, dan keadaan bayi secara teratur.

Jika preeklampsia berat, istirahat baring sebaiknya dilakukan di rumah sakit. Biasanya diperlukan pemeriksaan teratur untuk menentukan keadaan ibu dan bayi. Pemeriksaan lain adalah ultrosonografi untuk menentukan volume cairan amnion.

Obatan-obatan

Obat-obatan biasanya diberikan untuk menurunkan tekanan darah sampai tiba masa melahirkan. Jika preeklampsia berat atau terjadi sindrom HELLP, maka diberikan kortikosteroid. Kortikosteroid dapat memperbaiki fungsi hati dan trombosit. Selain itu, berguna untuk mematangkan paru-paru janin.

Melahirkan

Jika preeklampsia terjadi minggu-minggu terakhir kehamilan, untuk mengatasinya dapat dilakukan percepatan kelahiran. Untuk mempercepat kelahiran dapat dilakukan induksi kehamilan dengan obat-obatan, atau operasi sesar (C-section). Selama proses kelahiran, ibu dapat diberikan magnesium sulfat intravena.

Setelah melahirkan, tekanan darah ibu diharapkan normal dalam beberapa hari atau minggu.

Tabel 24-2. Uji diagnostik pre-eklampsia

1. Uji diagnostik dasar

1.1. Pengukuran tekanan darah

1.2. Analisis protein dalam urin

1.3. Pemeriksaan edema

1.4. Pengukuran atinggi fundus uteri

1.5. Pemeriksaan funduskopik

2. Uji laboratorium dasar

2.1. Evaluasi hematologik (hematokrit, jumlah trombosit, morfologi eritrosit pada sediaan apus darah tepi).

2.2. Pemeriksaan fungsi hati ( bilirubin, protein serum, aspartat aminotransferase, dan sebagainya)

2.3. Pemeriksaan fungsi ginjal (ureum dan kreatinin).

3. Uji untuk meramalkan hipertensi

3.1. Roll-over test

3.2. Pemberian infus angiotensin II


Pencegahan

Pemeriksaan antenatal yang teratur dan teliti dapat menemukan tanda-tanda dini pre-eklampsia, dan dalam hal itu harus dilakukan penanganan semestinya. Kita perlu lebih waspada akan timbulnya pre-eklampsia dengan adanya faktor-faktor predisposisi seperti yang telah diuraikan di atas. Walaupun timbulnya pre-eklampsia tidak dapat dicegah sepenuhnya, namun frekuensinya dapat dikurangi dengan pemberian penerapan secukupnya dan pelaksanaan pengawasan yang baik pada wanita hamil.

Penerangan tentang manfaat istirahat dan diet berguna dalam pencegahan. Istirahat tidak selalu berarti berbaring di tempat tidur, namun pekerjaan sehari-hari perlu dikurangi, dan dianjurkan lebih banyak duduk dan berbaring. Diet tinggi protein, dan rendah lemak, karbohidrat, garam dan penambahan berat badan yang tidak berlebihan perlu dianjurkan.

Mengenal secara dini pre-eklampsia dan segera merawat penderita tanpa memberikan diuretika dan obat antihipertensif, memang merupakan kemajuan yanga penting dari pemeriksaan antenatal yang baik.

Penanganan

Pengobatan hanya dapat dilakukan secara simtomatis karena etiologi pre-eklampsia, dan faktor-faktor apa dalam kehamilan yang menyebabkannya, belum diketahui. Tujuan utama penanganan ialah (1) mencegah terjadinya pre-eklampsia berat dan eklampsia; (2) melahirkan janin hidup; (3) melahirkan janin dengan trauma sekecil-kecilnya.

Pada dasarnya penanganan pre-eklampsia terdiri atas pengobatan madik dan penanganan obstetrik. Penanganan obstetrik ditujukan untuk melahirkan bayi pada saat yang optimal, yaitu sebelum janin mati dalam kandungan, akan tetapi sudah cukup matur untuk hidup di luar uterus. Setelah persalinan berakhir, jarang terjadi eklampsia, dan janin yang sudah cukup matur lebih baik hidup di luar kandungan daripada dalam uterus. Waktu optimal tersebut tidak selalu dapat dicapai pada penanganan pre-eklampsia, terutama bila janin masih sangat prematur. Dalam hal ini diusahakan dengan tindakan medis untuk dapat menunggu selama mungkin, agar janin lebih matur.

Pada umumnya indikasi untuk merawat penderita pre-eklampsia di rumah sakit ialah: (1) tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih dan/atau tekanan darah diastolik 90 mmHg atau lebih; (2) proteinuria 1 + atau lebih; (3) kenaikan berat badan 1,5 kg atau lebih dalam seminggu yang berulang; (4) penambahan edema berlebihan secara tiba-tiba. Perlu diperhatikan bahwa apabila hanya 1 tanda ditemukan, perawatan belum seberapa mendesak, akan tetapi pengawasan ditingkatkan, dan kepada yang bersangkutan dianjurkan untuk segara datang jika ada keluhan. Sementara itu, ia dinasehatkan untuk banyak beristirahat dan mengurangi pemakaian garam dalam makanan.

Tabel 24-3. Penilaian kondisi janin pada pre-eklampsia

1. Penilaian pertumbuhan janin

1.1. Pemanatauan pertumbuhan tinggi fundus uteri

1.2. Pemeriksaan ultrasonografi

2. Penilaian ancaman gawat janin

2.1. Pemantauan gerakan janin

2.2. Non-stress tests dan contraction stress tests.

2.3. Profil biofisik janin :

- reaksi denyut jantung janin terhadap gerakan janin;

- volume cairan ketuban;

- gerakan janin;

- tonus janin.

2.4. Pemeriksaan surfaktan dalam cairan ketuban

2.5. Pemeriksaan perfusi plasenta (uterine blood flow)


Penanganan pre-eklampsia ringan

Istirahat di tempat tidur masih merupakan terapi utama untuk penanganan pre-eklampsia. Istirahat dengan berbaring pada sisi tubuh menyebabkan pengaliran darah ke plasenta meningkat, aliran darah ke ginjal juga lebih banyak, tekanan vena pada ekstrimitas bawah turun dan resorbsi cairan dari daerah tersebut bertambah. Selain itu, juga mengurangi kebutuhan volume darah yang beredar. Oleh sebab itu, dengan istirahat biasanya tekanan darah taurun dan edema berkurang. Pemberian fenobarbital 3 x 30 mg sehari akan menengkan penderita dan dapat juga menurunkan tekanan darah.

Apakah restriksi garam berpengaruh nyata terhadap pre-eklampsia, masih belum ada persesuaian faham. Ada yang menyatakan bahwa jumlah garam pada makanan sehari-hari tidak berpengaruh banyak terhadap keadaan pre-eklampsia, penulis lain sebaliknya menganjurkan garam dalam diet penderita.

Pada umumnya pemberian diuretika dan antihipertensiva pada pre-eklampsia ringan tidak dianjurkan karena obat-obat tersebut tidak menghentikan proses penyakit dan juga tidak memperbaiki prognosis janin. Selain itu, pemakaian obat-obat tersebut dapat menutupi tanda dan gejala pre-eklampsia berat.

Biasanya dengan tindakan yang sederhana ini tekanan darah turun, berat badan dan edema turun, proteinuria tidak timbul atau mengurang. Setelah keadaan menjadi normal kembali, penderita dibolehkan pulang, akan tetapi harus diperiksa lebih sering daripada biasa.

Karena biasanya hamil sudah tua, persalinan tidak lama lagi berlangsung. Bila hipertensi menetap biarpun tidak tinggi, penderita tetap tinggi di rumah sakit. Dlam hal ini perlu diamati keadaan janin dengan pemeriksaan kadara estriol dalam air kencing berulangkali, pemeriksaan ultrasonik, amnioskopi, dan lain-lain. Perlu diperhatikan bahwa induksi pesalinan yang dilakukan terlalu dini aan merugikan karena bahaya prematuritas, tetapi sebaliknya induksi yang terlambat dengan adanya insufisiensi plasenta akan menyebabkan kematian intrauterin janin. Bila keadaan janin mengizinkan, ditunggu dengan melakukan induksi persalinan, sampai kehamilan cukup-bulan atau lebih dari 37 minggu.

Beberapa kasus pre-eklampsia ringan tidak membaik dengan penanganan konservatif. Tekanan darah meningkat, retensi cairan dan proteinuria bertambah, walaupun penderita istirahat dengan pengobatan medik. Dalam hal ini pengakhiran kehamilan dilakukan walaupun janin masih prematur.

Penanganan pre-eklampsia berat

Pada penderita yang masuk rumah sakit sudah dengan tanda-tanda dan gejala-gejala pre-eklampsia berat segera harus diberi sedativa yang kuat untuk mencegah timbulnya kejang-kejang. Apabila sesudah 12-24 jam bahaya akut dapat diatasi, dapat difikirkan cara yang terbaik untuk menghentikan kehamilan. Tindakan ini perlu untuk mencegah seterusnya bahaya eklampsia.

Sebagai pengobatan untuk mencegah timbulnya kejang-kejang dapat diberikan: (1) larutan sulfas magnesikus 40% sebanyak 10 ml (4 gram) disuntikkan intramuskulur bokong kiri dan kanan sebagai dosis permulaan, dan dapat diulang 4 gram tiap 6 jama menurut keadaan. Tambahan sulfas magnesikus hanya diberikan bila diuresus baik, refleks patella positif, dan kecepatan pernapasan lebih dari 16 per menit. Obat tersebut, selain menenangkan, juga menurunkan tekanan darah dan meningkatkan diuresis; (2) klorpromazin 50 mg intramuskulus; (3) diazepam 20 mg intramuskulus.

Tabel24-4. Obat antihipertensi yang dapat digunakan pada pre-eklampsia

Jenis obat

Dosis

1. Penghambat adrenergik (adrenolitik)

1.1. Adrenolitik sentral

- Metildopa

- Klonidin

1.2. Beta-bloker

- Pindolol

1.3. Alfa-bloker

- Prazosin

1.4. Alfa dan beta-bloker

- Labetalol

2. Vasodilator

- Hidralazin

3. Antagonis kalsium

- Nifedipin

3 x 125 mg/hari sampai 3 x 500 mg/hari

3 x 0,1 mg/hari atau

0,30 mg/500 ml glukosa 5%/6 jam

1 x 5 mg/hari sampai 3 x 10 mg/hari

3 x 1 mg/hari sampai 3 x 5 mg/hari

3 x 100 mg/hari

4 x 25 mg/hari atau parenteral 2,5 mg-5 mg

3 x 10 mg/hari

Penggunaan obat hipotensif pada pre-eklampsia berat diperlukan karena dengan menurunkan tekanan darah kemungkinan kejang dan apopleksia serebri menjadi lebih kecil. Apabila terdapat oliguria, sebaiknya penderita diberi glukosa 20% secara intravena. Obat diuretika tidak diberikan secara rutin.

Kadang-kadang keadaan penderita dengan pengobatan tersebut di atas menjadi lebih baik. Akan tetapi, umumnya pada pre-eklampsia berat sesudah bahaya akut berakhir sebaiknya dipertimbangkan untuk menghentikan kehamilan oleh karena dalam keadaan demikian harapan bahwa janin hidup terus tidak benar, dan adanya janin dalam uterus menghambat sembuhnya penderita dari penyakitnya. Pengakhiran kehamilan dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang disebut dalam bab eklampsia.

Penanggulangan pre-eklampsia dalam persalinan

Rangsang untuk menimbulkan kejangan dapat berasal dari luar atau dari penderita sendiri, dan his persalinan merupakan rangsang yang kuat. Maka dari itu, pre-eklampsia berat lebih mudah menjadi eklampsia pada waktu persalinan.

Tidak boleh dilupakan bahwa kadang-kadang hipertensi timbul untuk pertama kali dalam persalinan dan dapat menjadi eklampsia, walaupun pada pemeriksaan antenatal tidak ditemukan tanda-tanda pre-eklampsia. Dengan demikian, pada persalinan normal pun tekanan darah perlu diperiksa berulang-ulang dan air kencing perlu diperiksa terhadap protein.

Untuk penderita pre-eklampsia diperlukan analgetika dan sedativa lebih banyak dalam persalinan. Pada kala II, pada penderita dengan hipertensi, bahaya perdarahan dalam otak lebih besar, sehingga apabila syarat-syarat telah dipenuhi, hendaknya persalinan diakhiri dengan cunam atau ekstraktor vakum dengan memberikan narkosis umum untuk menghindarkan rangsangan pada susunan saraf pusat. Anestesia lokal dapat diberikan bila tekanan darah tidak terlalu tinggi dan penderita masih sommolen karena pengaruh obat.

Ergometrium menyebabkan konstriksi pembuluh darah dan dapat meningkatkan tekanan darah. Oleh karena itu, pemberian ergometrin secara rutin pada kala III tidak dianjurkan, kecuali jika ada perdarahan postpartum karena aatonia uteri. Pemberian obat penenang diteruskan sampai 48 jam postpartum, karena ada kemungkinan setelah persalinan berakhir, tekanan darah naik dan eklampsia timbul. Selanjutnya obat tersebut dikurangi secara bertahap dalam 3 – 4 hari.

Telah diketahui bahwa pada pre-eklampsia janin diancam bahaya hipoksia, dan pada persalinan bahaya ini makin besar. Pada gawat-janin, dalam kala I, dilakukan segera seksio-sesarea; pada kala II dilakukan ekstraksi dengan cunam atau ekstraktor vakum. Postpartum bayi sering menunjukkan tanda asfiksia neonatorum karena hipoksia intrauterin, pengaruh obat penenang, atau narkosis umum, sehingga diperlukan resusitasi dari itu, semua peralatan untuk keperluan tersebut perlu disediakan.

PERJALANAN PENYAKIT

Seluruh organ tubuh dapat terpengaruh oleh preeklampsia, misalnya:

  • Otak
    Dapat terjadi pembengkakan di otak sehingga timbul kejang dengan penurunan kesadaran yang biasa disebut eklampsia. Dapat juga terjadi pecahnya pembuluh darah di otak akibat hipertensi.
  • Paru-paru
    Bengkak yang terjadi di paru-paru menyebabkan sesak napas hebat dan bisa berakibat fatal.
  • Jantung
    Terdapat payah jantung.
  • Ginjal
    Ditemukan adanya gagal ginjal.
  • Mata
    Bisa terjadi kebutaan akibat penekanan saraf mata yang disebabkan bengkak maupun lepasnya selaput retina mata. Kebanyakan bersifat sementara. Kendati demikian, pemulihannya memakan waktu cukup lama.
  • Sistem darah
    Terjadi pecahnya sel darah merah dengan penurunan kadar zat pembekuan darah.

AKIBAT PADA JANIN

Janin yang dikandung ibu hamil pengidap preeklampsia akan hidup dalam rahim dengan nutrisi dan oksigen di bawah normal. Keadaan ini bisa terjadi karena pembuluh darah yang menyalurkan darah ke plasenta menyempit.

Karena buruknya nutrisi, pertumbuhan janin akan terhambat sehingga terjadi bayi dengan berat lahir yang rendah. Bisa juga janin dilahirkan kurang bulan (prematur), biru saat dilahirkan (asfiksia), dan sebagainya.

Pada kasus preeklampsia yang berat, janin harus segera dilahirkan jika sudah menunjukkan kegawatan. Ini biasanya dilakukan untuk menyelamatkan nyawa ibu tanpa melihat apakah janin sudah dapat hidup di luar rahim atau tidak. Tapi, adakalanya keduanya tak bisa ditolong lagi.

Dokter tak akan membiarkan penyakit ini berkembang makin parah. Bila perlu, tanpa melihat usia kehamilan, persalinan dapat dianjurkan atau kehamilan dapat diakhiri. Tergantung keadaan, persalinan dilakukan dengan induksi atau bedah caesar.

Lantaran itu, ibu hamil harus melakukan pemeriksaan rutin dan konsultasi pada dokter. Minimal setiap bulan pada kehamilan awal dan seminggu sekali menjelang kelahiran. Maksudnya, agar bisa segera diketahui jika ada gejala preeklampsia. Jangan tunggu sampai parah!